Hiking & Climbing » Discussions


Dicetak berulang kali dengan tahqiq Abul Ala Afifi.

  • Member
    May 13

    Kedua, dalam ilmu ushul, fikih, filsafat, manthiq dan tasawuf, ia memiliki banyak pekerjaan. Singkatnya kita bisa mendapatkan penawaran terkenal, di antaranya:


    (1) Al Mustashfa Min Ilmil Ushul. Ini adalah buku yang sangat terkenal di ushul fiqih. Yang paling populer dari buku ini adalah pengenalan manthiq dan diskusi tentang ilmu kalamnya. Dalam buku ini, Imam Ghazali membenarkan tindakan kalamis yang mencampur diskusi ushul fiqh dengan diskusi sains dalam pernyataannya, "Para ahli ushul dari kalangan pakar kalam banyak masuk ke dalam diskusi kalam ke dalamnya (ushul fiqih) karena kalam telah menguasainya. Jadi cintanya membuatnya mencampuradukkannya. "Tetapi kemudian dia berkata," Begitu kita tahu sikap keterlaluan mereka membingungkan masalah ini, kita melihat bahwa itu perlu untuk menyingkirkannya dalam kelompok ini. Karena ditinggalkan sesuatu yang telah menjadi kebiasaan sangat sulit ...... "(Dua kata-katanya dikutip dari penulis Mauqif Ibn Taymiyyah Minal Asya'irah dari Al Mustashfa hlm. 17 dan 18).


    Image result for site:blogspot.com


    Lebih jauh pernyataannya dalam Mukaddimah manthiqnya, "Mukadimah ini tidak termasuk dalam ilmu ushul. Dan itu bukan mukadimah khusus baginya. Tetapi itu adalah mukadimah semua pengetahuan. Jadi siapa pun yang tidak memiliki ini, adalah pengetahuan yang tidak dapat dipercaya." (Mauqif Ibn Taymiyyah Minal Asya'irah dari Al Mustashfa hal 19).


    Maka ini dibantah oleh Ibnu Shalah. dia berkata, "Ini ditolak, karena setiap orang yang sehat berarti dia berarti itu adalah manthiqi. Lihatlah berapa banyak imam yang tidak memiliki pengetahuan tentang manthiq!" (Adz Dzahabi dalam Siyar A'lam Nubala 19/329). Dengan demikian, karena teman-teman juga tidak tahu ilmu manthiq. Padahal pengetahuan dan pengertiannya jauh lebih baik daripada ahli manthiq. 


    (2) Mahakun Nadzar.


    (3) Mi'yarul Ilmi. Dua buku ini berbicara tentang mantiq dan telah dicetak.


    (4) Ma'ariful Aqliyah. Buku ini dicetak dengan tahqiq Abdulkarim Ali Utsman.


    (6) Al Maqshad Al Asna Fi Syarhi Asma Allah Al Husna. Dicetak


    (7) Mizanul Amal. Buku ini telah diterbitkan dengan tahqiq Sulaiman Dunya.


    (8) Al Madhmun Bihi Ala Ghairi Ahlihi. Oleh para ulama, buku ini diperdebatkan oleh legitimasi dan oposisi terhadap karya Al Ghazali. Penolakan argumen ini, di antaranya adalah Imam Ibnu Shalah dengan pernyataannya, "Kitab Al Madhmun Bihi Ala Ghairi Ahlihi, bukan karyanya. Saya telah melihat transkripsi dengan Al Qadhi Kamaluddin Muhammad bin Abdillah Asy Syahruzuri yang menunjukkan bahwa itu ditempa atas nama Al Ghazali. Dia sendiri menolaknya dengan Tahafut. "(Adz Dzahabi dalam Siyar A'lam Nubala 19/329).


    Ada banyak ulama yang membangun legitimasi mereka. Di antara mereka, Sheikhul Islam, menyatakan, "Adapun buku Al Madhmun Bihi Ala Ghairi Ahlihi, beberapa sarjana menyangkal tekad ini. Tetapi para ahli yang mengenalnya dan kondisinya akan tahu bahwa semua ini adalah kata-katanya." (Adz Dzahabi di Siyar A'lam Nubala 19/329). Buku ini diterbitkan terakhir kali dengan tahqiq Riyadh Ali Abdillah.


    (9) Al Ajwibah Al Ghazaliyah Fil Masail Ukhrawiyah.


     


    (10) Ma'arijul Qudsi fi Madariji Ma'rifati An Nafsi.


    (11) Qanun At Ta'wil.


    (12) Fadhaih Al Bathiniyah dan Al Qisthas Al Mustaqim. Dua buku ini adalah keberatannya terhadap sekte dalam. Keduanya telah bangkit.


    (13) Publik Iljamul An Ilmil Kalam. Buku ini telah diterbitkan berulang kali dengan tahqiq Muhammad Al Mu'tashim Billah Al Baghdadi. 


    (14) Raudhatuth Thalibin Wa Umdatus Salikin, diterbitkan dengan tahqiq Muhammad Bahit.


    (15) Ar Risalah Alladuniyah.


    (16) Ya 'Ulumuddin. Buku ini cukup terkenal dan merupakan salah satu referensi untuk beberapa Muslim di Indonesia. Para sarjana awal telah banyak berkomentar tentang buku ini, di antaranya:


    Abu Bakar Al Thurthusi berkata, "Abu Hamid telah memenuhi Kitab Ihya 'dengan kebohongan terhadap Nabi Shallallahu' alaihi wa sallam. Saya tidak tahu bahwa ada lebih banyak buku yang menyesatkan di bumi ini, maka ia mengganggu pemikiran filosofis dan isi isi Rasail Ikhwanush Shafa. Mereka adalah orang-orang yang melihat kenabian adalah sesuatu yang dapat dikerjakan. "(Dinukil Adz Dzahabi di Siyar A'lam Nubala 19/334).